Apakah Google Plus Aksesibel?
Benarkah Google Plus Aksesibel?
Sosial media atau jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn dan jaringan sosial
lainya kini sudah menjadi bagian keseharian aktifitas masyarakat baik untuk sekadar bertukar
informasi atau mempromosikan bisnis.
Pun bagi para tunanetra, kemajuan teknologi saat ini sangat memungkinkan para pengguna
komputer tunanetra berinteraksi dengan anggota keluarga atau sahabat dan teman lain melalui
jaringan sosial.
Beberapa waktu lalu, sang Raksasa Internet Google
meluncurkan jaringan sosial baru Google Plus yang
menyatakan bahwa Google Plus akan memperhatikan soal
aksisibilitas.
Namun, klaim tersebut perlu diuji, apakah benar layanan Google Plus benar-benar sudah memberikan aksesibilitas buat para pengguna tunanetra?
Pada layanan Google Plus terdapat fitur “Circles” (Lingkaran) dimana pengguna Google plus bisa memasukkan daftar saran teman, keluarga dan sahabat lainnya ke lingkaran tertentu yang diinginkan dengan melakukan drag & drop.
Seperti diketahui, ada jutaan pengguna komputer termasuk pengguna komputer tunanetra yang sangat sulit melakukan drag & drop menggunakan mouse.
Pengguna komputer tunanetra seperti saya, hampir seratus persen menggunakan keyboard untuk mengoperasikan komputer.
Jadi, apakah betul Google Plus telah memperhatikan aksesibilitas seperti yang dinyatakan pada peluncuran layanan baru google tersebut?
Pihak Google menyatakan bahwa google akan menerapkan aksisibilitas pada layanan Google Plus sejak hari pertama peluncurannya.
Pada fitur Lingkaran di Google Plus, pengguna Google Plus bisa berbagi informasi berbeda kepada pengguna yang berbeda pula.
Seperti misal, informasi yang dibagikan kepada teman dekat, atasan, atau keluarga bisa ditentukan pada fitur Lingkaran tersebut.
Akan tetapi, buat pengguna tunanetra seperti saya, sangat sulit melakukan hal tersebut karena Google Plus tidak menyertakan fasilitas keyboard short cut pada fitur Lingkaran ersebut.
Sebenarnya, jika memang Google Plus memperhatikan soal aksesibilitas, salah satu aksesibilitas yang dapat diterapkan pada fitur Lingkaran tersebut sebagai berikut:
1. pada daftar saran teman, Google Plus bisa membuat listbox sehingga pengguna komputer tunanetra bisa memilih daftar di list tersebut selanjutnya di masukan ke Lingkaran yang diinginkan.
2. begitu pun pada Lingkaran, Google Plus pun dapat mengkelompokkannya dalam combobox atau pun bentuk list lainnya sehingga pengguna tunanetra bisa memilih dengan mudah Lingkaran yang akan dipilih.
Jadi, membuat layanan Anda aksesibel buat semua orang mudahkan Bung Google?