Seorang murid yang cerdas tapi malas, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kecil, tetapi yang merendahkan kecerdasan orang-orang besar disekitarnya.
Seorang murid yang bersahaja kecerdasannya, tetapi rajin belajar dan bekerja akan tumbuh menjadi orang besar yang bersahaja sikapnya.
Persiapan terbaik bagi masa depan adalah penyelesaian terbaik dari tugas-tugas kita hari ini. Mungkin karena tidak melihat hubungan antara apa yang dikerjakan hari ini, dengan apa yang bisa dicapainya dimasa depan.
Ada orang yang menyepelekan pekerjaan-pekerjaan kecil, padahal, semua hasil besar adalah rangkaian cantik dari hasil-hasil kecil yang dikumpulkan sepanjang hari-hari kerja kita.
Maka bila sulit bagi Anda untuk melihat masa depan yang cemerlang, tetapkanlah pandangan Anda kepada apapun yang sedang Anda kerjakan, dan perlakukanlah ia seperti hidup Anda betul-betul bergantung padanya. Bila Anda menjadikan sikap itu sebagai bagian dari mesin pribadi Anda, Anda akan terkejutkan dengan bagaimana cepatnya Anda mencapai keadaan yang Anda impi-impikan itu.
Sumber : Mario Teguh
HAPUSLAH KEMALASAN
4 03 2009Comments : Leave a Comment »
Tags: Inspirasi
Categories : Inspirational
TIPS Motivasi
3 03 2009“He who loses money, loses much. He who loses a friend loses more. He
who loses faith loses all”.
Keberhasilan seseorang, apakah sebagai seorang Manager atau Owner -
Pemilik Perusahaan, tidaklah semata – mata dikarenakan oleh diri sendiri
tetapi juga berkat dukungan dari bawahan – bawahannya. Didasarkan hal
ini, tidaklah perlu diherankan lagi bahwa pada umumnya di perusahaan -
perusahaan besar, staff / karyawan diposisikan sebagai asset perusahaan
yang paling vital dan sangat berharga.
Sehingga staff / karyawan mereka diberikan perhatian yang serius, yang
bukan saja pemenuhan kebutuhan sandang pangan yang selayaknya tetapi
juga pemberian motivasi melalui pelatihan – pelatihan yang
berkesinambungan. Karena, semakin piawai staff / karyawan yang dimiliki
maka akan semakin besar pula peluang / kesempatan atau kemungkinan untuk
meraih sukses. “The greatest pleasure in life is doing what people say
you can not do”. WALTER BAGEHOT. Adapun hal – hal yang harus
diperhatikan Pimpinan agar bawahannya senantiasa termotivasi adalah :
1.- TO BE A GOOD LISTENER.
Siapapun orangnya, apapun posisinya, baik sebagai atasan atau bawahan,
selalu ingin / senang jika semua ucapannya didengar dengan baik. Apakah
diterima atau ditolak, itu tidaklah terlalu penting. “Penghalang
terbesar untuk melakukan komunikasi pribadi adalah ketidaksanggupan
seseorang untuk mendengarkan dengan baik, dengan penuh pengertian dan
perhatian kepada orang lain”. CARL ROGERS. Agar Pimpinan mampu sebagai
pendengar yang baik maka a) Harus sanggup tutup mulut / menghindari
bicara ketika mendengar b) Menjaga perasaan pembicara c) Memperlihatkan
minat mendegar d) Berbuat empati terhadap si pembicara dan e) Bersabar
mendengar. “When a man comes to me for advice, I find out the kind of
advice he wants, and I give it to him” HENRY WHEELER SHAW
2.- UNDERSTAND THE FACT.
Maksudnya adalah 100 % mengetahui kapasitas / kemampuan atau kompetensi
bawahan. Jika di “marketing” maka posisikan di departemen pemasaran.
Prinsip : “The Right Man On The Right Place” harus tegak. Jika tidak
maka selain karyawan semakin stress / depresi, kinerja juga tidak akan
pernah maksimal.
3.- KNOW THE PERSONALITY.
Umumnya, hal – hal yang bersifat rasial, apakah yang berhubungan dengan
agama, ras, status sosial atau latar belakang edukasi, hendaknya jangan
diutarakan. Yang tidak disukai, sudah seharusnya tidak diutarakan. “Good
friends are good for your health” IRWIN SARASON
4.- DON’T FORCE.
Setiap orang memiliki batasan – batasan kemampuan. Ini harus benar -
benar disadari. Setiap bentuk dari pemaksaan, efeknya pasti destruktif.
Bertindaklah secara bijaksana. Jika waktunya bekerja maka tuntunlah agar
bekerja dengan benar. Sedangkan dikala istirahat maka berilah istirahat
yang sepantasnya. Ingat, apapun yang dikerjakan dengan tergesa – gesa
atau terburu – buru, hasilnya pasti akan menjadi sangat lambat. “To
accomplish great things, we must not only act but also dream; not only
plan but also believe” ANATOLE FRANCE
5.- GIVE A GOOD SAMPLE.
Setiap kegagalan / keberhasilan, tidaklah selalu merefleksikan
kehancuran / kesuksesan yang berkesinambungan. Bisa saja, kegagalan itu
adalah awal dari keberhasilan dan begitu juga sebaliknya. Yang harus
dimiliki, baik dikala gagal / sukses adalah evaluasi dan mencari tahu
sebab musabab dari timbulnya kondisi ini. Jika kurang, segera perbaiki
dan tingkatkan mutunya. Jangan sampai terlena / lupa diri, baik dikala
sukses maupun gagal. “One cannot always be a hero but one can be always
be a human” JOHANN
6.- GIVE THE CHANCE.
Jika seseorang telah “berani” mengakui kelemahan – nya dan mau
memperbaikinya maka persentase “chance” bagi nya untuk sukses adalah
cukup besar. Untuk tipe orang ini, sudah sepantasnya diberi kesempatan.
“Do your work with your whole heart and you will succeed – there’s so
little competition” ELBERT HUBBARD
7.- DELEGATE THE DUTY.
Setelah melalui pengevalausian dan penganalisaan serta kesimpulannya
adalah dia mampu. Maka segeralah didelegasikan tugas ini. Dalam
manajemen, “One Man Show” tidak akan pernah “bisa” memberi hasil yang
terbaik. “All men who have achieved great things have been great
dreamers” ORISON SWEET MARDEN
8.- UNDERSTAND THE LIMITATION.
Agar senantiasa diteladani, seorang Pemimpin selain moralnya terjaga dan
terawat dengan baik, dia juga tidak pantas menginstruksikan bawahannya
untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan “job
description”. “Management is nothing more than motivating other people”
LEE IACOCCA. Jika bawahan Anda senantiasa termotivasi maka beban kerja
Anda akan semakin ringan. Dan yang pasti lagi adalah gerbang kesuksesan
sudah mudah terbuka dan semakin mudah direalisirkan.
Selamat mencoba dan semoga sukses selalu.
Oleh: Peter Lim, MBA
Comments : Leave a Comment »
Categories : Inspirational
KARET GELANG
3 03 2009Suatu kali
saya membutuhkan karet gelang, Satu saja. Shampoo yang akan saya bawa tutupnya
sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat dengan karet
gelang. Kalau tidak bisa berabe.
Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas.
Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di lemari tidak ada. Di
gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak
ada.
Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di
jalan. Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang jemput lagi.
Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa.
Dipuntal-puntal pakai
kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet gelang yang biasanya saya
buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi
begitu
penting.
Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu.
Dia tidak menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja.
Dia hanya
bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai
berdiskusi.
Dia hanya
bisa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun kadang-kadang salah,
Kemampuan dia memang sangat terbatas.
Tetapi dia sangat senang membantu
orang lain; entah menemani pergi, membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja
asal membantu orang lain, ia akan kerjakan dengan senang
hati.
Itulah sebabnya kalau dia tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka
kelabakan juga. Pernah suatu kali acara yang sudah kami persiapkan gagal, karena
dia tiba-tiba harus pulang kampung untuk suatu urusan.
Di dunia ini
memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga sama sekali tidak
berarti. Benda yang sesehari dibuang-buang pun, seperti karet gelang, pada
saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan.
Mau bukti lain?
Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang paling merepotkan
mereka saat mendaki tebing curam?
Bukan teriknya matahari.
Bukan beratnya perbekalan.
Tetapi
kerikil-kerikil kecil yang masuk ke sepatu.
Karena itu, jangan pernah
meremehkan apa pun. Lebih-lebih meremehkan diri sendiri. Bangga dengan diri
sendiri itu tidak salah. Yang salah kalau kita menjadi sombong, lalu meremehkan
orang lain
Comments : Leave a Comment »
Categories : Inspirational
Stiap Insan Itu Spesial
3 03 2009Alkisah, disebuah kelas sekolah dasar, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, “Setiap insan adalah spesial”. Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. “Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah “Aku adalah spesial”. Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian”. Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan “Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan…….”.
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. “Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya”.
Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,”Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak”. Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. “Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu”. Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. “Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah”. Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Pembaca yang luar biasa,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.
Oleh: Andrie Wongso
Comments : Leave a Comment »
Categories : products
Kotak Korek Api
12 02 2009KOTAK KOREK API
Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi
tubuhnya.
Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek
api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek
api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia
mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api.
Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai
ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya
segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek
api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin,
“Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih
terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak
korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat.
Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi
oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya
anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia
tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia
sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba
melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung.
Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.
Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia
bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak
bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api.
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna,
tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.
Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi
dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas
sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take
action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan
tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di
televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta,
tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates
tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja”
komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu
menjadi motivator nomor satu di Indonesia .
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang
pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak
menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau
pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan
setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun
jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada
hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen
Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah
orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah
contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai
keterbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun …….
Comments : Leave a Comment »
Tags: Motivasi
Categories : Inspirational
